Proses Pengolahan Air Bersih dari Perairan Tanah Gambut Sederhana

 

proses pengolahan air bersih

Proses pengolahan air bersih – Air merupakan kebutuhan dasar bagi makhluk hidup di dunia, khususnya manusia. Dalam kehidupannya manusia tak bisa lepas dari keberadaan air, seperti untuk keperluan minum, memasak, mandi, mencuci, dan lain sebagainya. Ketersediaan air bersih ini sangat terbatas untuk daerah perkotaan saat ini sekitar 45%, sedangkan untuk wilayah pedesaan baru sekitar 36%.

Apabila sumber air tersebut berasal dari tanah (air tanah), maka sistem proses pengolahan air bersih akan lebih sederhana daripada pengolahan air permukaan, seperti air sungai, air danau, atau air laut). Karena air tanah ini tersaring secara alami oleh struktur tanah berupa tanah, pasir, dan unsur-unsur lainnya yang ada di dalam tanah.

Air yang bersumber dari dalam tanah tersaring secara alami oleh struktur tanah itu sendiri dan tidak bersentuhan oleh polutan yang ada di udara sekitar permukaan tanah dalam jumlah yang besar. Berbeda denga air yang berada di permukaan tanah yang berpotensi tercemar lebih besar.

Namun apabila dalam penyimpanan dan distribusi air yang berasal dari dalam tanah ini kurang baik maka potensi tercemarnya juga akan semakin tinggi. Secara garis besar proses pengolahan air bersih sehingga dapat digunakan dibagi menjadi tiga proses, yaitu:

Baca Juga : Jual Produk Mesin Isi Ulang Galon Praktis dan Terbaru

1. Bagian Penampungan Awal (Unit Intake)

Proses pengolahan air bersih pada unit ini disebut juga dengan Sadap Air (Intake). Fungsi dari unit ini sebagai media penampung air dari sumber aslinya. Penampungan ini dilengkapi dengan Filter Bar Screen. Filter ini berfungsi sebagai saringan awal untuk benda-benda yang terendam seperti kayu, dedauanan, dan benda lainnya.

2. Bagian Pengolahan Air (Unit Water Treatment)

Proses pengolahan air bersih pada unit ini, air yang berada pada unit penampungan awal akan diproses lagi menjadi beberapa langkah:

a. Proses Koagulasi (Coagulation Process)

Proses pengolahan air bersih tahapan ini air dari penampungan awal (reservoir) diproses dengan penambahan tawas (aluminium) atau zat yang serupa dengan garam besi (salt iron) atau dengan sistem pencampuran cepat (Rapid Mixing).

Air kotor yang berasal dari sumber penampungan di permukaan tanah mengandung partikel koloid yang tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi bumi. Sehingga partikel-pertikel tersebut tidak mengendap dengan sendirinya. Tujuan pada proses ini adalah menghancurkan partikel koloid tersebut sehingga membentuk partikel kecil namun sulit masih sulit untuk mengendap.

b. Proses Flokulasi (Floculation Process) – Proses Pengolahan Air Bersih

Pada tahapan ini adalah menghilangkan kekeruhan air dengan cara menggumpalkan partikel-partikel kecil menjadi partikel yeng lebih besar (Floc Partikel). Poses ini bertujuan untuk mendapatkan partikel besar sehingga akan mengendap sendiri akibat gaya gravitasi bumi. Floculation process atau proses flokulasi ini juga dilakukan dengan cara pengadukan lambat (slow mixing).

c. Proses Pengendapan (Sedimentation Process) – Proses Pengolahan Air Bersih

Partikel yang telah ter-flokulasi secara alami akan mengendap pada dasar penampungan ditahapan ini. Masa jenis partikel (floc) lebih berat daripada masa jenis air itu sendiri. Kemudian air akan dialirkan menuju tahapan penyaringan pada tahap filtrasi di unit filtrasi.

d. Proses Penyaringan (Filtration Process) – Proses Pengolahan Air Bersih

Setelah melewati proses sedimentasi air akan disaring oleh media filter yang terdiri dari material berupa kerikil silik (silica sands) dan pasir halus. Dalam tahap ini bahan yang larut dan tidak larut akan hilang dan tersaring pada media filtrasi. Diperlukan proses tambahan sebelum air dialirkan ke unit penyimpanan akhir, yaitu:

  • Proses Pertukaran Ion (Ion Exchange)

Proses ini dirancang untuk menghilangkan zat pencemar (kontaminan) anorganik yang tidak dapat dihilangkan dari proses filtrasi dan pengendapan. Zat dihilangkan pada proses ini adalah arsenik, kromium, kelebihan fluorida, nitrat, radium, dan uranium.

  • Proses Penyerapan (Absorbtion Process)

Pada tahapan ini dibubuhkan zat pencemar organik air berupa karbon aktif ke dalam air. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan zat pencemar organik yang menyebabkan rasa, bau, dan berwarna.

  • Proses Disinfeksi (Disinfection Process)

Air yang telah melewati semua proses diatas akan mengalami proses disinfeksi sebelum dialirkan di penampungan akhir. Proses ini diperlukan penambahan zat kimia klorin (chlorin) yang bertujuan untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme berbahaya yang terkandung di dalam air.

3. Bagian Penampungan Akhir (Reservoir) – Proses Pengolahan Air Bersih

Setelah air melalui proses diatas, maka air sudah siap untuk digunakan masyarakat. Air ditampung di dalam reservior akhir sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Selain itu alat tersebut juga dapat digunakan sebagai alat penampung air hujan (PAH). Untuk Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan merupakan wilayah gambut dengan curah hujan yang tinggi, alat ini dapat digunakan sebagai alat untuk mengolah air gambut.

Ternyata keberhasilan alat ini bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada kemauannya untuk digunakan, karena secara teknis alat tersebut dapat digunakan untuk mengolah air gambut atau air sungai yang berlumpur.

Baca Juga : Cara Mengolah Buah Pinang Agar Mendapat Manfaatnya