5 Perbedaan Sampah Anorganik dan Organik yang Perlu Diketahui

sampah anorganik dan organik

Perbedaan Sampah Anorganik dan Organik tuh masalah lingkungan yang harus dikelola dengan baik supaya nggak merusak ekosistem dan kesehatan kita, bro. Penting banget buat ngerti perbedaan antara sampah anorganik dan organik dalam ngelola sampah. Kedua jenis sampah ini punya karakteristik yang beda dan butuh pendekatan pengelolaan yang berbeda juga. Di artikel ini, kita bakal ngebahas lima perbedaan utama antara sampah anorganik dan organik, biar lebih jelas gimana cara ngelola masing-masing jenis sampah ini dengan bener.

 

Perbedaan Sampah Anorganik dan Organik

perbedaan sampah anorganik dan organik

 

Selain perbedaan, pengertian, kedua jenis sampah ini juga punya perbedaan lainnya, bro. Berikut adalah lima perbedaan antara sampah organik dan anorganik:

Asal dan Komposisi

Sampah organik berasal dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alami, kayak sisa makanan, daun, kayu, dan kertas. Komposisinya mengandung bahan-bahan organik seperti karbon, hidrogen, dan oksigen. Sementara itu, sampah anorganik berasal dari bahan-bahan yang nggak bisa terurai secara alami, seperti plastik, kaca, logam, dan berbagai produk sintetis. Komposisinya lebih banyak mengandung bahan-bahan non-organik seperti silikon, aluminium, dan polimer.

Kemampuan Terurai

Sampah organik mudah terurai oleh mikroorganisme menjadi kompos atau humus dalam waktu yang relatif singkat, sekitar beberapa minggu hingga beberapa bulan. Sebaliknya, sampah anorganik sulit terurai secara alami dan butuh waktu yang super lama, bahkan bisa sampai puluhan hingga ribuan tahun atau bahkan nggak terurai sama sekali, bro.

Dampak Lingkungan

Sampah organik, kalo dikelola dengan bener, bisa diubah jadi kompos yang bermanfaat buat nutrisi tanah. Tapi, kalo dibiarkan numpuk, bisa ngasilin gas metana yang bikin pemanasan global makin parah, bro. Sementara itu, sampah anorganik bisa nyebabin pencemaran lingkungan yang lebih serius, contohnya plastik yang bikin laut jadi kotor dan berbahaya buat makhluk laut, atau logam berat yang bisa meresap ke dalam tanah dan air, bikin keracunan.

Pengolahan dan Pengelolaan

Sampah organik bisa jadi kompos lewat proses pengomposan, di mana bahan-bahan organik diuraikan oleh mikroorganisme. Sementara, sampah anorganik butuh proses daur ulang atau penanganan spesial, misalnya daur ulang plastik, kaca, dan logam, atau penanganan khusus buat sampah berbahaya kayak baterai.

 

Contoh Sampah Organik dan Anorganik

Tentu, kita bisa membedakan jenis sampah organik dan anorganik dari contoh-contoh yang bisa kita lihat sehari-hari..

Contoh Sampah Organik

  • Sayuran
  • Buah-buahan
  • Kotoran hewan dan manusia
  • Makanan basi

Contoh Sampah Anorganik

  • Kaleng
  • Kaca
  • Logam
  • Sampah plastik
  • stryrofoam

 

Sistem Pengelolaan Sampah

Semua jenis sampah, baik organik maupun anorganik, bisa menimbulkan masalah kalau nggak dikelola dengan baik. Untuk mencegah dampak negatifnya, kita perlu ngelola sampah dengan tepat.

Mengutip dari “Modul Prinsip-prinsip Pengelolaan Sampah”, pengelolaan sampah bisa dilakukan secara integral dan terpadu dalam tahapan yang berkesinambungan.Proses pengelolaan tersebut meliputi beberapa tahap, mulai dari penampungan, pengumpulan, pemindahan, pengangkutan, hingga pembuangan atau pengolahan.

 

1. Penampungan Sampah

Penampungan sampah itu kayak langkah pertama sebelum sampah-sampahnya disatukan, dipindahin, diangkut, terus akhirnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Ide dasarnya adalah biar sampahnya nggak berserakan ke mana-mana, jadi lingkungan tetep terjaga kebersihannya.

2. Pengumpulan Sampah

Proses ini tuh sebenernya kayak cara ngangkut sampah dari tempat penampungan ke tempat pembuangan sementara (TPS), bro. Pengumpulan sampah itu dibagi jadi dua, ada yang ngumpulin secara individu dan ada juga yang komunal.

Koleksi individu

Proses pengumpulan dari sumber sampah ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) tuh kayak langkah awal sebelum sampah-sampahnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Pengumpulan komunal

Jadi, pengumpulan sampah dilakukan oleh penghasil sampah dari tempat penampungan komunal yang udah disiapkan, kan? Nah, dari situ, sampah-sampah itu langsung diangkut pake truk sampah yang menangani titik pengumpulan. Terus, setelah dikumpulin di titik pengumpulan, sampahnya langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa perlu proses pemindahan lagi

3. Pemindahan Sampah

Setelah tahap pengumpulan, langkah berikutnya adalah pemindahan. Proses ini adalah saat sampah yang udah dikumpulin dipindahin ke alat pengangkut, biasanya truk sampah, untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

4. Pengangkutan Sampah

Pengangkutan sampah itu kayak aksi ngangkut sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) atau tempat lain ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bro. Ide utamanya adalah buat ngeluarin sampah dari suatu tempat ke TPA yang biasanya jauh dari daerah permukiman. Nah, biasanya pengangkutan dilakukan pake truk container yang dilengkapi dengan alat pengepres, jadi sampahnya bisa dipadetin 2-4 kali lipat.

5. Pembuangan Akhir Sampah

Pembuangan akhir itu kayak tempat terakhir buat ngebuang sampah dari hasil pengangkutan. Jadi, konsep dasarnya adalah ngebunuh sampah domestik di tempat pembuangan akhir itu sendiri. Singkatnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) itu kayak tempat buat ngolah sampah, bro.

Kesimpulan

Memahami perbedaan antara sampah anorganik dan organik itu langkah awal yang penting buat pengelolaan sampah yang efektif. Dengan ngerti karakteristik keduanya dan pentingnya ngelola sampah dengan bener, kita bisa ambil langkah-langkah buat jaga kebersihan lingkungan dan dukung keberlanjutan, bro. Dengan kerjasama dari semua pihak, kita bisa ciptain dunia yang lebih bersih, sehat, dan lestari buat generasi selanjutnya.