3 Sistem Pembuatan Minyak Sereh dengan Metode Penyulingan

cara membuat minyak sereh

Hallo Publisheer!

Selamat datang dan terima kasih telah mengunjungi artikel ini, semoga dengan adanya artikel pada situs website ini dapat membantu apa yang sedang dicari, dan semoga bermanfaat.

Minyak Atsiri, iya salah satu minyak nabati yang diekstrak menggunakan berbagai jenis tanaman, memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan.

Jenis nya pun beragam, ada sekitar 140 jenis yang diperdagangkan di pasar Internasional, dan 40 jenis yang di produksi sendiri oleh Indonesia, tetapi hanya ada 12 jenis saja yang mendapatkan standar ekspor, salah satunya yang kemarin kita bahas bareng, Minyak Atsiri Kayu Putih.

Lalu untuk pembuatan Minyak Atsiri itu bagaimana? Pembuatan yang umum dilakukan menggunakan metode destilasi uap atau penyulingan. Cukup siapkan saja bahan yang lengkap, dan juga alat-alatnya, salah satunya adalah alat destilasi minyak atsiri.

Nah untuk membuat Minyak Atsiri berjenis Sereh/Serai itu bagaimana ya? Yuk peep this out!

Pembuatan Minyak Serai dengan Metode Penyulingan

Alat penyulingan sereh wangi sistem uap. - YouTube

Sudah dikatakan pada awal tadi, bahwa yang paling umum yaitu menggunakan metode penyulingan. Dan metode penyulingan ini juga terbagi menjadi 3 sistem, yaitu ada destilasi/penyulingan :

  • Air

Metode penyulingan dengan sistem air ini merupakan yang paling mudah diantara metode yang lainnya. Nah pada metode ini, bahan tanaman (serai) dimasukkan kedalam ketel suling yang sudah berisi dengan air, sehingga bahan baku daun serai bercampur dengan air.

Metode ini relatif sederhana, demikian juga dengan bahan, untuk ketel pun mudah didapat. Dan beberapa penyuling bahkan dapat memanfaatkan drum bekas oil, minyak tanah, drum bekas aspal untuk digunakan sebagai ketel.

Perbandingan air dan bahan baku harus seimbang. Bahan baku dimasukkan dan dipadatkan, selanjutnya tutup rapat, ketel jangan sampai ada celah untuk uap keluar. Uap yang hasil, perebusan air dan bahan dialirkan melalui bahan kemudian dialirkan melalui pipa menuju ketel kondesator yang mengandung air dingin, sehingga terjadilah pengembunan.

Kelemahan dari metode ini jika bahan berbentuk tepung atau bunga-bungaan yang membentuk gumpalan jika terkena panas yang tinggi. Selain itu juga, karena dicampur menjadi satu, waktu penyulingan menjadi lama dn jumlah minyak yang dihasilkan menjadi relatif sedikit.

  • Air dan Uap

Dikenal juga dengan sistem kukus. Prosesnya yaitu bahan (serai) diletakkan pada ayakan atau saringan yang terletak beberapa centi diatas permukaan air. Metode ini menggunakan uap tekanan rendah, dibandingkan dengan sistem penyulingan air, perbedaannya terletak pada pemisahan bahan dan air. Untuk penempatan masih dalam satu ketel, prosesnya air dimasukkan kedalam ketel hingga1/3 bagian. Lalu bahan dimasukkan kedalam ketel sampai padat dan pastinya tertutup rapat.

Saat proses perebusan dan air mendidih, uap yang terbentuk akan melewati saringan dan celah-celah bahan. Minyak Atsiri yang ada di bahan ikut bersama uap panas melalui pipa menuju ketel kondensator. Kemudian uap dan minyak akan mengembun ditampung dalam tangki pemisah. Keuntungan dari metode ini adalah uap yang masuk terjadi secara merata kedalam jaringan bahan dan suhu dapat dipertahankan sampai 100 derajat celcius.

  • Uap

Untuk sistem ini menggunakan tekanan uap yang tinggi, dan perlu diperhatikan bahwa tekanan uap yang dihasilkan lebih tinggi daripada tekanan udara luar. Air sebagai sumber uap panas terdapat dalam “boiler” yang terpisah dalam penyulingan. Bahan yang cocok menggunakan sistem ini yaitu seperti kayu, kulit batang, biji-bijian yang relatif keras. Dan perlu diperhatikan, jika minyak dalam bahan diperkirakan sudah habis, maka tekanan uap perlu diperbesar lagi dengan tujuan menyuling komponen kimia yang bertitik didih lebih tinggi.

Berikut alat/bahan dan proses penyulingan daun serai yang akan dilakukan:

Image for post

Alat & Bahan :
  • Serai
  • Ketel suling
  • Air / minyak pembawa
  • Isolasi
  • Pisau

Langkah-Langkah

  1. Cuci bersih serai terlebih dahulu, setelah itu keringkan
  2. Kemudian rajang serai dengan rapi (optional)
  3. Lalu, masukkan air ke dalam alat suling secukupnya.
  4. Masukkan serai ke dalam ketel suling, kemudian isolasi pinggirannya untuk mencegah panas mengalir ke luar.
  5. Setelah beberapa saat, minyak atsiri akan terlihat di tabung pemisah.

Itulah Pembuatan Minyak Serai, bisa dicoba jika ada alat dan bahannya. Untuk artikel lainnya silahkan bisa kunjungi Minyak Atsiri Sereh.

Mohon maaf jika didalam artikel ini terdapat kekurangan atau kesalahan, jika ada saran atau kritik yang membangun bagi penulis, silahkan sampaikan pada chat komentar dibawah.

Dan jangan lupa untuk share artikel ini sebanyak-banyaknya, yuk saling berbagi ilmu, dan selamat mencoba, semoga berhasil.

Terima Kasih