Cara Ternak Ulat Kandang

Cara Ternak Ulat Kandang

1. Menentukan Lokasi Budidaya

Pertama yang harus di lakukan dalam cara ternak ulat kandang ialah menentukan lokasi budidayanya. Dalam hal ini kalian bisa menggunakan lokasi ruangan yang tidak terpakai ataupun gudang. Lokasi budidayanya juga harus di ruangan yang tertutup dan sejuk. Sebab ulat kandnag tidak menyukai udara yang panas.

Sehingga untuk mendapatkanya, kalian bisa menambahkan pendingin udara untuk membuat lokasi budidaya lebih kondusif. Lokasi budidaya panas akan membuat ulat kandang tidak dapat tumbuh dengan optimal dan bisa mengalami kematian.

2. Pembuatan Kandang Budidaya

Setelah menetukan lokasi budidaya, maka tahapan selanjutnya adalah membuat kandang. Pembuatan kandang ini tujuanya agar pemeliharaan dalam budidaya dapat dilakukan secara intensif. Berikut ini beberapa tahapan yang harus kalian lakukan dalam membuat kandang ulat kandang :

  • Buat kandang dengan bahan teriplek.
  • Ukuran kandang ideal adalah 1×1 meter.
  • Buat ukuran persegi, jika ingin membudidayakan dalam skala besar, maka harus membuat kandang sesuai dengan ukuran ruangan.
  • Namun agar lebih efektif berikan sekat tiap ukuran 1×1 meter.
  • Dalam 1 (satu) meter persegi kandamg populasi ideal indukan adalah sebanyak 1 (satu) kg.
  • Sehingga jika ukuran kandang kalian lebih kecil ataupun lebih besar maka sesuaikan populasinya.
  • Bagian dasar kandang kemudoan diberikan polar.
  • Kalian bisa mendapatkan polar di toko pakan hewan.
  • Polar sendiri merupakan dedak gandum yang halus dimana polar ini akan dipakai sebagai tempat bertelur ulat kandang.

3. Pemilihan Indukan

Setelah kandang siap, maka tahapan budidaya selanjutnya adalah memilih indukan. Dalam hal ini maka kalian bisa membeli indukan jika memang ingin meminimalisir modal maka kalian bisa menangkap sendiri kepik di rumah atau di sekitarnya. Namun, pastinya akan sangat merepotkan dan tidak gampang. Biar lebih praktis maka silahkan beli pada toko-toko yang menjual indukan kepik. Sebagai indukan ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan, antara lain sebagai berikut :

  • Indukan kepik harus dalam kondisi sehat.
  • Berukuran besar dan seragam dan memiliki gerakan yang aktif.
  • Warna kulit mengkilap dan tidak kusam.
  • Pastikan indukan merupakan  indukan yang siap bertelur, sehingga dalam waktu singkat kalian bisa melakukan panen ulat kandang.

4. Penanaman Indukan Ulat Kandang

Setelah kandang dan indukan telah siap, maka tahapan selanjutnya dalam budidaya ulat kandang adalah melakukan penanaman. Ada beberapa hal yang harus anda lakukan antara lain sebagai berikut :

  • Pertama adalah bersihkan kandang dari kotoran yang menganggu.
  • Kemudian tambahkan polar kebagian dasar kandang.
  • Ratakan polar, dan beri tambahan janggel jangung yang telah di haluskan untuk bahan makaman indukan.
  • Setelah itu kalian dapat memasukkan indukan sesuai dengan standar populasi yakni 1 (satu) kg indukan untuk ukuran kandang 1×1 meter.
  • Jangan lupa mencatat tanggal dimana kalian memasukkan indukan ke kandang.
  • Hal ini akan menjadi patokan dalam menentukan masa panen kalian.
  • Setelah melakukan penanaman indukan, maka selanjutnya adalah melakukan perawatan dan pemeliharaan yang akan dijelaskan dibawah ini.

5. Perawatan dan Pemeliharaan

Tahap selanjutnya yang merupakam tahap krusial dan menentukan keberhasilan budidaya adalah dengan cara melakukan pemeliharaan dan perawatan.

Beberapa hal yang tidak boleh kalian lewatkan adalah pemberian pakan secara rutin. Pemberian pakan dapat dilakukam setiap 2 (dua) sampai 3 (tiga) kali dalam sehari. Untuk pakan sendiri kalian dapat menggunakan pakan tambahan berupa buah pepaya mentah, bengkoang dan ubi.

Selain pakan tersebut kalian juga wajib memberikan tambahan pakan berupa konsenstrat. Hal ini agar menambah nutrisi pada larva ulat kandang biar semakin besar dan gemuk.

ternak ulat kandang

6. Pemisahan Larva dan Indukan

Setelah 9 (sembilan) sampai 12 (dua belas) hari dari proses penanaman indukan, maka indukan kepik akan mulai bertelur. Saat itu, kalian wajib memisahkan antara indukam dan larva ulat kandang. Hal ini bertujuan agar indukan dapat kembali bereproduksi dan larva ulat dapat tumbuh. Untuk memisahkan anakan larva dan indukan kalian dapat melakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Siapkan ayakan yang berukuran besar, ayakan ini untuk memisahkan indukan dan janggel jagung.
  • Janggel jagung yang tersisa di ayakan, kemudian di tempatkan di kandang baru untuk budidaya tahap ke 2 (dua).
  • Setelah itu gunakan ayakan bertujuan untuk memisahkan larva dan indukan larva.
  • Larva yang ukuranya kecil akam jatuh kekandang lama, sedangkan yang indukan akan tetap berada dalam ayakan.
  • Kemudian masukkan indukan ke kandang yang baru, yang sebelumnya sudah terisikan polar dan janggel jagung.
  • Biarkan indukan bereproduksi kembali.
  • Selanjutnya lakukan pemeliharaan dan perawatan pada ke duannya di kandang yang terpisah.

7. Pemanenan Ulat Kandang

Sesudah 20 (dua puluh) hari setelah menetas maka ulat kandang dapat dipanen. Untuk melakukan pemanenan ada beberapa tahapan dan cara yang harus kalian lakukan antara lain sebagai berikut :

  • Siapkan ayakan halus dan wadah kontainer yang bersih.
  • Siapkan kandang atau wadah baru untuk polar bekas.
  • Kemudian mulai lakukan pengayakan, polar akan jatuh kembali ke kandang dan ulat kandang akan tetap di ayakan.
  • Kemudian masukkanlah ulat kandang kedalam wadah kontainer yang telah bersih.
  • Lakukan pengayakan hingga polar dan ulat kaandan habis.
  • Setelah itu kalian bisa menggunakan kandamg sebagai tempat budidaya ulat kandang kembali.
  • Untuk ulat kandang kalian bisa langsung menjualnya kepada para pemilik burung kicau.
  • Akan lebih efektif jika kalian sudah memiliki pelanggan tetap dan tidak perlu susah lagi menjualnya.

Itulah 7 (tujuh) cara ternak ulat kandang untuk pakan burung bagi pemula. Terimakasih semoga bermanfaat.