Cara Ternak Sapi Perah Yang Baik Dan Mudah Di Pahami

Cara Ternak Sapi Perah yang baik adalah sebuah usaha yang cara bekerjanya adalah  dengan mengembang-biakkan sapi dan merawatnya agar dapat diambil susunya dan bisa di olah.

Memang cara usaha produk utama atau yang paling dicari dari sebuah peternakan sapi yaitu berupa susunya. Olahan susu sapi begitu digemari oleh manusia. Dan menjadi salah satu sumber pokok gizi nasional dan juga digemari dari berbagai usia.

Tetapkan Anggaran & Modal Bisnis Ternak Sapi

cara ternak sapi perah yang baik

Ketika Anda memiliki rencana dan keseriusan untuk memulai bisnis ternak sapi, maka harus menyiapkan perencanaan anggaran untuk modal beternak sapi.

Jangan takut mengeluarkan dana yang cukup besar karena selanjutnya keuntungan berkali lipat bisa Anda dapatkan dari anggaran awal. Anggaran tersebut setidaknya harus mencukupi kebutuhan beberapa ternak sapi pertama yang mulai Anda kembangkan.

Modal awal tidak hanya anggaran dana, tetapi juga berbagai macam hal yang memungkinkan Anda mencari jalan awal membuka peluang bisnis ternak sapi untuk pertama kali, seperti jaringan.

Jaringan pertemanan adalah hal yang sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan berbagai informasi tentang merawat dan bisnis ternak sapi.

Cari teman-teman Anda yang memiliki pengalaman sebagai peternak sapi, kemudian saling bertukar informasi tentang berbagai hal terkait beternak sapi. Informasi itu akan sangat bermanfaat untuk membuka peluang pertama.

 

Memilih Jenis Sapi

Setelah mendapatkan berbagai informasi dan motivasi cara ternak sapi perah yang baik, relasi pertemanan sesama peternak sapi telah terjalin dengan adanya sebuah kepercayaan, anggaran pun sudah terpenuhi, maka saatnya Anda ke tahap selanjutnya untuk memilih jenis sapi yang hendak di ternak, baca juga cara ternak sapi perah yangt baik untuk pemula.

1. Friesien Holstein (FH)

Frisian Holstein bisa dikenali sebagai sapi perah yang paling populer di Dunia. Konon, banyak dari 80% populasi jenis sapi perah yang ada  di Amerika tersebut dari berbagi jenis ini. Begitu juga di Indonesia, sejak zaman kolnial hingga sekarang rata-rata berupa jenis sapi perah FH.

Sapi ini berasal dari propinsi Friesland di Belanda. Walau bersumber dari tempat subtropis, sapi ini bisa beradaptasi di daerah tropis.

Produk susu sapi FH di daerah asalnya bisa menggapai 7245 kg per masa laktasi. Demikian di Indonesia 4500-5500 liter per masa buatnya atau sejajar 10 liter susu per ekor per hari.

2. Sapi Guernsey

Sapi Guernsey berasal dari Pulau Guernsey, Inggris Selatan. Sama sapi jersey, sapi ini dikembangkan oleh sapi liar Bos Typicus longifrons.  Warna sapi Guernsey coklat kekuningan hingga nyaris merah campur dengan warna putih. Tanduknya berukur sedang, mengarah agak condong ke depan.

Berat sapi jantan bisa sampai dengan 700 kg sedangkan rata-rata sapi betina 475 kg. Produksi susunya mencapai 2750 liter per masa laktasi.

3. Sapi Brown Swiss

Sesuai namanya sapi ini dikembangkan di Swiss. Sapi ini memiliki warna tubuh keabu-abuan hingga coklat. Perilakunya sangat jinak dan mudah dikendalikan.

Sapi Brown Swiss memiliki badan yang cukup besar. Sapi jantan bisa mencapai 900 kg di banding sengan sapi betina 600 kg. Produktivitas susunya mencapai 3000 kg per masa laktasi.

4. Sapi Ayrshire

Sapi ini bersumber dari Negara Skotlandia yang warnanya coklat kemerahan belang putih. Ayrshire memiliki tanduk yang cupuk panjang. Tanduk tumbuh tegak lurus ke atas.

Berat tubuh sapi ayrshire jantan bisa samapai 725 kg dan betina 550 kg. Produktivitas susu sekitar 3500 liter per masa laktasi.

 

Membuat Kandang Sapi

cara ternak sapi perah yang baik

Sebelum menuju langkah membuat kandang, peternak sapi harus mensurvei jenis kandang untuk kenyamanan untuk sapi-sapinya. Anda bisa membuat posisi kandang yang satu baris sejajar atau dua baris yang berhadapan atau berlawanan.

Bisa juga dengan menggunakan posisi mengelilingi kandang yang saling berhadapan atau berlawanan, tergantung jumlah sapi yang ingin Anda kembangbiakkan. Berilah lubang ventilasi agar cahaya matahari bisa masuk, dan kandang tidak lembab.

Ukuran kandang sapi yang ideal ialah 1,5 x 2 meter dan 2,5 x 2 meter untuk satu ekor sapi jantan. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa yang cocok adalah 1,8 x 2 meter. Dan ukuran kandang cocok untuk seekor sapi betis adalah 1,5 x 1 meter.

 

 Pemeliharaan Sapi

Kotoran sapi yang telah Anda bersihkan dari kandang sapi, sebaiknya jangan dibuang. Olah kotoran tersebut untuk dijadikan sebuah pupuk kompos yang baik bagi tanah, dan bisa dijadikan sebagai produk pemasukan bagi Anda.

Pengolahan pupuk kompos cukup sederhana jika Anda memiliki niat untuk mengolah dan tidak menyia-nyiakannya.

Tempat makan dan minum sapi jangan sampai kosong. Harus dilakukan pengecekan rutin pada tempat minum, jika airnya kotor maka harus segera diganti dengan yang bersih.

Pisahkan dan beri jarak antara tempat makan dan tempat minum agar air tidak tumpah ke tempat makan, atau air kotor karena makanan yang mengendap di tempat minum.

Pemeliharaan dan perawatan sapi membutuhkan waktu yang cukup lama. Anda harus memiliki kesabaran ekstra, apalagi jika beternak sapi dengan jumlah yang banyak, tenaga satu orang saja tidak cukup.

Setelah 3 atau 4-5 tahun, saat sapi telah dewasa, dan siap dipasarkan, itu adalah saatnya mulai menghitung keuangan, keuntungan dan merencanakan perkembangan bisnis ternak sapi Anda ke depannya,

Cek artikel Ini juga Resep Popcorn Manis Yang Enak Buat Ngemil Dirumah.

 

Demikian artikel tentang Cara beternak Sapi perah yang baik, Jika bermanfaat bagi anda silahkan di share