Cara Membuat Pupuk Organik Dari Rumah

cara membuat pupuk organik

Pupuk Organik, Kalian pasti sudah tidak asing mendengarkan kata itu. Apakah kalian juga bisa cara membuat pupuk organik sendiri di ruamh?

Mari kita simak bersama-sama artikel ini. Karena akan membahas mengenai:

Pengertian Pupuk Organik

Pupuk organik adalah jenis pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik seperti limbah pertanian, limbah peternakan, limbah rumah tangga, dan bahan-bahan organik lainnya. Cara membuat pupuk organik yaitu dengan memanfaatkan sumber daya alam dan bahan organik yang mudah didapat sebagai sumber nutrisi untuk tanaman.

Pupuk organik berbeda dengan pupuk kimia yang umumnya terbuat dari bahan-bahan sintetis atau kimia, seperti amonium nitrat, urea, fosfat, dan kalium. Meskipun pupuk kimia cenderung lebih cepat dalam memberikan hasil yang terlihat, penggunaannya dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Pupuk organik mengandung nutrisi makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dengan sehat. Nutrisi makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium sangat penting bagi pertumbuhan tanaman, sementara nutrisi mikro seperti boron, mangan, dan seng membantu menjaga kesehatan tanaman. Selain itu, pupuk organik juga mengandung bahan organik yang membantu meningkatkan kualitas tanah, seperti menambahkan bahan organik dan memperbaiki struktur tanah.

Jenis-Jenis Pupuk Organik

Berikut adalah beberapa jenis pupuk organik yang umum digunakan:

1. Pupuk Kompos

Pupuk kompos merupakan pupuk organik yang dibuat dengan cara mengomposkan bahan-bahan organik seperti sisa-sisa tanaman, daun kering, jerami, kotoran hewan, dan lain sebagainya. Proses pengomposan ini dilakukan dengan membiarkan bahan-bahan organik tersebut terurai secara alami oleh bakteri, cacing, dan mikroorganisme lainnya. Hasil pengomposan ini adalah pupuk organik yang kaya akan nutrisi dan dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah.

2. Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran hewan seperti sapi, kambing, ayam, dan sebagainya. Kotoran hewan ini mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk kandang dapat digunakan langsung sebagai pupuk atau dicampur dengan bahan-bahan organik lainnya untuk membuat pupuk kompos.

3. Pupuk Hijau

Pupuk hijau adalah pupuk organik yang dibuat dengan menanam tanaman tertentu pada lahan yang kosong atau sedang tidak digunakan. Tanaman yang digunakan untuk pupuk hijau biasanya memiliki akar yang dalam dan daun yang hijau. Setelah tanaman mencapai masa dewasa, tanaman tersebut dipotong dan ditumburkan pada lahan yang akan ditanami tanaman lain. Pupuk hijau membantu meningkatkan kesuburan tanah, menyediakan nutrisi bagi tanaman, dan menjaga kelembaban tanah.

4. Pupuk Bokashi

Pupuk bokashi adalah pupuk organik yang dibuat dengan cara mencampurkan bahan organik seperti sisa makanan, kertas koran, dan sebagainya dengan mikroorganisme pengurai. Proses penguraian ini dilakukan dalam wadah tertutup selama beberapa minggu. Hasil dari proses ini adalah pupuk organik yang kaya akan nutrisi dan dapat digunakan sebagai pupuk dasar.

5. Pupuk Vermikompos

Pupuk kascing adalah pupuk organik yang dibuat dengan cara mengomposkan bahan-bahan organik menggunakan cacing tanah sebagai pengurai. Proses pengomposan ini lebih cepat daripada pengomposan biasa karena cacing tanah mempercepat proses pengomposan. Pupuk kascing mengandung nutrisi yang tinggi dan dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah.

6. Pupuk Hayati

Pupuk hayati adalah pupuk organik yang dibuat dari mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman. Pupuk hayati dapat membantu meningkatkan kesehatan tanaman, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan hama.

Baca Juga : Cara Ternak Sapi Cepat Gemuk

Cara Membuat Pupuk Organik

Berikut adalah cara membuat pupuk organik:

  1. Siapkan bahan-bahan organik seperti dedaunan, ranting, sisa sayuran, sisa buah-buahan, sisa makanan, dan limbah peternakan.
  2. Cacah atau potong menggunakan mesin bahan-bahan organik tersebut menjadi ukuran yang kecil agar lebih mudah diuraikan oleh bakteri dan mikroorganisme.
  3. Siapkan wadah seperti ember atau tong besar yang bisa digunakan sebagai tempat pembuatan pupuk.
  4. Campurkan bahan-bahan organik yang sudah dipotong-potong dan masukkan ke dalam wadah.
  5. Tambahkan air secukupnya hingga bahan organik terendam seluruhnya.
  6. Tutup wadah dengan rapat untuk menghindari masuknya udara luar yang dapat mengganggu proses pembusukan bahan organik.
  7. Biarkan campuran bahan organik dan air selama beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan agar terjadi proses pengeringan dan pembusukan.
  8. Setelah proses pembusukan selesai, campuran tersebut akan berubah menjadi pupuk organik yang siap digunakan.

Dapat diartikan bahwa pupuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik alami dan dapat memberikan nutrisi bagi tanaman, meningkatkan kesuburan tanah, serta menjaga kelestarian lingkungan. Terdapat beberapa jenis pupuk organik yang umum digunakan, seperti pupuk kompos, pupuk kandang, pupuk hijau, pupuk bokashi, pupuk vermicompos, dan pupuk hayati.

Baca Juga Informasi : Jenis Rumput Makanan Kambing

Setiap jenis pupuk organik memiliki kelebihan dan cara pembuatannya sendiri-sendiri. Dalam menggunakan pupuk organik, perlu diperhatikan juga dosis dan cara penggunaannya agar memberikan hasil yang optimal bagi tanaman. Dengan menggunakan pupuk organik, kita dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hasil pertanian yang dihasilkan.