Budidaya Semangka Lahan Kering Dengan Mudah

budidaya semangka lahan kering- adalah salah satu jenis buah yang sangat populer di kawasan timur indonesia, khususnya di Kabupaten Sinjai, cita rasanya di sukai oleh semua kalangan.

Kegiatan usahatani semangka di Kecamatan Sinjai Tengah tepatnya di Dusun Sabbang dan Karobbi Desa Kanrung, telah menjadi kalander tanam petani setelah pasca panen padi MT April sampai September setiap tahunnya.

budidaya semangka lahan

TEKNIK DAN CARA BUDIDAYA SEMANGKA

budidaya semangka lahan kering- teknik dan cara menanam semangka yang baik merupakan kunci utama keberhasilan budidaya, untuk itu sebagai seorang petani tentunya petunjuk mengenai teknik dan cara budidaya tanaman terutama tanaman hortikultura menjadi syarat dasar yang harus dipenuhi. Penguasaan teknik budidaya semangka menentukan tingkat keberhasilan petani selama proses penanaman semangka berlangsung, meskipun faktor harga juga berperan dominan. Setidaknya keberhasilan budidaya mampu meninimalkan tingkat kerugian saat harga jual sedang jatuh di pasaran.

budidaya semangka lahan

SYARAT TUMBUH TANAMAN SEMANGKA

Iklim

Curah hujan ideal 40 sampai 50 mm per bulan. Kelembaban udara terlalu tinggi akan mendorong perkembangan penyakit, terutama cendawan patogen Semangka cocok di tanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl dengan ketinggian tempat optimal 300 mdpl.
Media Tanam

Kondisi tanah cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam dan tanah kebun per persawahan yang telah di keringkan. Cocok pada jenis tanah geluh berpasir dengan Keasaman tanah (pH) 6 sampai 6,7. Jika budidaya semangka di lakukan di tanah berat, maka akan menekan laju pertumbuhan, kualitas buahnya pun rendah, buah semangka pecah-pecah. Usahatani semangka membutuhkan air dalam pemeliharaannya karena 90 persen kandungan buah semangka terdiri dari air. Lokasi budidaya semangka sebaiknya di pilih bukan bekas lahan penanaman semangka atau tanaman sefamili. Usahakan lahan telah di berakan (tidak di tanami tanaman sefamili) selama 2 tahun agar diperoleh hasil optimal.

PELAKSANAAN BUDIDAYA SEMANGKA

Persiapan Lahan Persiapan lahan tanam sebelum melakukan budidaya tanaman semangka, di antaranya pembajakan tanah di lanjutkan penggaruan, pembuatan bedengan, pemberian kapur pertanian sebanyak 1,5 ton per ha untuk pH tanah di bawah 6, pemberian pupuk kandang fermentasi sebanyak 1,5 ton per ha dan pemberian NPK (15 banding 15 banding 15) 100 kg per ha. Kemudian di lakukan pengaduka per pencacakan agar pupuk yang sudah di berikan bercampur dengan tanah.

Pembuatan bedengan pada saat budidaya semangka di lakukan dengan cara mencangkul tanah di bagian parit kemudian menaikkan tanah tersebut ke bagian atas bedengan sehingga permukaan bedengan menjadi lebih tinggi. Bedengan di buat selebar 5 meter, jarak antar bedengan 60 cm serta tinggi bedengan 40 sampai 60 cm. Langkah selanjutnya, tanah di bagian tengah bedengan di bagi menjadi dua bagian lalu di angkat ke masing-masing tepi bedengan sehingga kedua tepi bedengan akan membentuk bedengan tanam dengan lebar 1 meter. Kedua bedengan tanam tersebut di buat miring ke arah tengah, pada titik tengah pertemuan kedua bedengan di buat saluran air selebar 20 cm, kedalaman 10 cm. Persiapan Pembibitan dan Penanaman Semangka Persiapan pembibitan untuk budidaya tanaman semangka membutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit muda.

Pembuatan Lubang Tanaman Di lakukan Satu minggu sebelum penanaman dengan kedalaman 8 sampai 10 cm. Berjarak 20 sampai 30 cm dari tepi bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 90 sampai 100 cm. Bibit berdaun sejati 4 helai siap di pindah tanam ke lahan. Penanaman sebaiknya di lakukan saat pagi hari sebelum jam 10.00 atau sore hari setelah jam 15.00 untuk menghindari tanaman mengalami stress tinggi akibat sengatan terik matahari.